Preaload Image

STKIP Yasika Majalengka

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika

OffOn
HomeArtikel dan OpiniManajemen Diri menjadi Kunci, Etika Berorganisasi sebagai Filosofi

Manajemen Diri menjadi Kunci, Etika Berorganisasi sebagai Filosofi

Manajemen secara sederhana diartikan pengaturan berbagai aspek. Pengaturan dilaksanakan untuk mendukung tercapainya tujuan yang telah ditetapkan oleh sebuah lembaga (organisasi). Pengaturan yang dilaksanakan dalam organisasi sudah terdapat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, merupakan Perundang-Undangan Organisasi atau peraturan lainnya sebagai pijakan.

Dapatkah pengurus organisasi memikirkan kemajuan organisasinya ? Apakah pengurusnya memiliki loyalitas dan komitmen ? Manakah wujud janji yang diucapkan saat pelantikan ? Pernahkah berpikir masuk organisasi itu numpang nama atau sekedar mencari teman? Jawaban pertanyaan terdapat dalam benak Anda. Silahkan Anda tanyakan pada diri Anda sendiri atau tak mau memikirkan dan menjawabnya, maka renungkanlah sejenak untuk intropeksi diri, apakah anda “manager-manager yang kokoh memegang janji dan tanggung jawab ataukah menjadi ‘penghianat’ didalam organisasi yang tanpa disadari?

Jawabannya itu tidak terlepas dari manajemen, disadari atau tidak, kita hidup menggunakan manajemen. Contoh kita dalam berorganisasi, maka sangat dibutuhkan penggunaan manajemen yang baik agar organisasi bisa maju. Bagaimana membentuk manajer handal? untuk mengelola sebuah organisasi secara professional.

Baca Juga: Arip Amin; Kecerdasan Spiritual di-Era Digital

Kenapa manusia harus menggunakan manajemen? Jawabannya singkat karena sang pencipta mengajarkan manajemen.

Dan jadikanlah tidurmu untuk istirahat dan kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk penghidupan”.1

Berdasarkan ayat di atas Allah, SWT mengajarkan pada manusia untuk mengatur kehidupannya, sehingga manusia mendapatkan keberhasilan lahir dan bathin. Kabahagian dapat diraih dengan manajemen, karena manajemen menentukan langkah atau strategi berikutnya. Bahan yang diperlukan, meminimalisir gangguan, serta berusaha sekuat tenaga untuk mencapai kebahagiaan itu.

Untuk mencerahkan diri tentang pentingnya sebuah manajemen dalam diri kita, mari kita simak syair berikut ini:

Manajemen Optimal, maka Kesuksesan akan Datang

“ … Baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan”.2

Pola kehidupan harus menjalankan manajemen. Pelaksanaan manajemen haruslah pasti. Perbuatan saat ini menentukan masa depan. Demi meraih dan karya nyata. Perencanaan adalah bahan. Landasan bertindak mencapai tujuan. Acuan tindakan seluruh aktivitas. Pedoman kembali bila kesasarPelaksanaan adalah tindakan. Untuk mencapai tujuan. Dengan mengoragnisasikan teknik dan media penunjang. Mengkolaborasikan aspek yang berguna. Demi mencpai tujuan sempurna. Sebuah hasil adalah kebahagiaan. Setiap hasil terdapat kekurangan. Kekurangan nan pasti di Evaluasi. Demi perubahan pada tingkat kesempurnaan. Perencanaan adalah acuan. Pelaksanaan adalah tindakan. Kegagalan adalah ujian. Evaluasi adalah perbaikan. Pengembangan menuju kesempurnaan. Manajemen merupakan keharusan. Karena Tuhan pun mengajarkan. Pada alam yang diciptakan. Pada insan yang memikirkan. Pada insan yang mengamalkan. Pada insan yang mengharapkan kesuksesan (@ Enjang Idrus: 2007)

Syair di atas menggambarkan fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, evaluasi dan pengembangan. Gambaran seluruh fungsi manjemen yaitu: Pertama. Perencanaan merupakan penetapan kebijakan, prioritas dan dan biaya dari sebuah sistem dengan melihat realitas ekonomi dan politik, potensi sistem untuk berkembang.4 Jadi perencanaan adalah langkah-langkah yang tepat guna untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan memperhatikan seluruh aspek yang menopang tercapainya tujuan tersebut, dengan kata lain segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan telah ditetapkan sebelumnya.

Baca Juga: Bagaimana Mengubah Nestapa agar Menjadi Bahagia ?

Kedua. Penggorganisasian dalam ilmu manajemen diartikan penetapan struktur dan peran melalui penentuan aktivitas-aktivitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bersama dan bagian-bagian pengelompokan aktivitas-aktivitas, penugasan kelompok, aktivitas kepada manajer-manajer, pendelegasian wewenang dari informasi horizontal dan vertical dalam struktur organisasi5.  Pengorganisaian yang dimaksud yaitu pembagian seluruh aktivitas dan tugas dalam sebuah lembaga, sehingga setiap manajer memiliki tugas masing-masing secara profesional dan bertanggung jawab untuk mencapai tujuan.

Ketiga. Penggerakan penempatan semua anggota dari sebuah kelompok agar bekerja secara sadar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan perencanaan dan pola organisasi6. Penggerakan ini adalah suatu tindakan untuk membuat seluruh anggota sadar dalam melaksanakan tugas-tugasnya secara bertanggung jawab. Jadi apabila seluruh manajer dan anggota telah sadar untuk melaksanakan tugasnya, maka fungsi manajemen telah berjalan dan dapat dikatakan proses manajemennya mengalami keberhasilan, tetapi sebaliknya apabila manajer dan anggotanya itu tidak sadar tentang tugasnya, maka proses menajemen tidak berjalan dengan baik dan individu-individunya tidak memiliki rasa tanggung jawab. Apakah Anda termasuk di dalamnya?

Keempat. Pengawasan yaitu keseluruhan upaya pengamatan pelaksanaan kegiatan operasional guna menjamin bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya7.  Jadi pengawasan adalah pemantauan terhadap operasional sebuah organisasi. Kelima. Evaluasi adalah proses peniliaan, pengukuran sebuah hasil dari kegiatan atau operasional lembaga dalam kurun waktu yang telah ditentukan, ketika pencapaian tujuan kurang memadai, maka diadakan pengembangan untuk memperbaiki segala kekurangan yang didapatkan, sehingga pada programming masa depan dapat meminimalisir kekurangan.

Baca Juga: STKIP Yasika; Usulan Prodi Baru Pencetak SDM Berdaya Saing Suatu Keniscayaan

Manajemen bukan hanya harus ada di benak kita, tetapi manjemen harus diwujudkan dalam segala aspek kehidupan, wujud manajemen berarti memahami, melaksanakan tugas dan kewajiban, memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dari sebuah tindakan, karena tindakan itu akan memberikan akibat pada pelaku. Allah berfirman:

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat nya pula8”.

Jadi bagaimana manajemen yang baik dalam organisasi? Manajemen yang baik dalam sebuah oraganiasi yakni membangun insan-insan yang beretika dalam organisasi. Untuk menanamkan itu kita harus melakukan beberapa unsur unsur penting dalam berorganisasi yaitu: Bangga terhadap organisasi, siap untuk bekerja dalam team, mengindahkan visi, misi dan tujuan organisasi, tidak hanya memikirkan perbedaan yang ditimbul didalam organisasi, melaksanakan prinsip-prinsip manajemen yang epektif dan efisien. Berikut gambaran etika berorganisasi yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Bangga terhadap Organisasi. Rasa bangga merupakan rasa suka yang timbul dalam sanubari manusia yang paling dalam, dengan rasa bangga akan menumbuhkan manajer memiliki loyalitas tinggi, tanpa memikirkan keuntungan pribadi (Profit orientid), tetapi bercita-cita memajukan organisasi. Apakah Anda sendiri memiliki loyalitas (janji) terhadap organisasi?, apakah anda pula memiliki loyalitas dalam hidup Anda? Jawabannya ada dalam diri anda!. Sebagai manajer-manajer dalam organisasi harus mempunyai izzah (bangga) terhadap organisasinya, sehingga berusaha dan berjuang; mengorbankan waktu, tenaga pikiran bahkan materi untuk kemajuan organisasi, sekali lagi siapakah yang dapat memajukan organisasi kalau bukan Anda sendiri?. Anda yang akan mengubah organisasi Anda sendiri untuk maju atau malah hancur ditangan Anda. Allah berfirman: “…Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan  yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah  menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya. 9”. Kebanggaan yang dimiliki setiap pemimpin/manajer, akan menimbulkan kesadaran jiwa untuk menunaikan apa yang dipimpinnya. 10, memperhatikan maju mundurnya organisasi; mampu memotivasi dirinya sendiri serta patnernya
  2. Siap Untuk Bekerja dalam Team. Organisasi merupakan kumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama dan mengusahakan untuk mencapai tujuan teresebut. Lous A. Allan mendefenisikan organisasi yaitu sebuah mekanisme atau struktur yang mengupayakan berbagai hal untuk bekerja sama secara efektif. Organisasi dalam pengertian ini dianggap sebagai sekumpulan orang yang melakukan kerjasama secara teratur untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama11. Untuk menjalani kerjasama dalam sebuah team kita harus memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan social dan kecerdasan spirirtual. Kecerdasan intelektual adalah kecerdasan otak sepeti kemampuan menejemen, pemesaran. Kecerdasan emosional yaitu kecerdasan berupa sikap seperti integritas, visi dan misi ke depan, kebijakan, komitmen. Kecerdasan social yaitu keverdasan untuk bergaul yang menimbulkan simpati orang lain dan berempati terhadap orang lain. Kecerdasan spiritual adalah melakukan aktivitas sesuai dengan petunjuk Sang pencipta. Jadi yang dilakukan ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kecerdasan, sehingga mampu mencapai keberhasilan berorganisasi. Kemajuan oraganisasi harus ditopang oleh semua lapisan organisasi yang terdapat dalam sistem organisasi itu sendiri. Apabila sistem itu tidak berjalan, maka menghambat kemajuan organisasi. Untuk itu semua sistem dalam organisasi harus berjalan secara optimal serta seluruh lapisan organisasi harus bekerja keras, bekerja sama dengan loyalitas untuk mewujudkan kemajuan organisasi.  Mitsuhita Konosuke Raja elektirk Jepang mengatakan pekerjaan yang dilakukan dengan kerjasama dengan mudah dan cepat dapat diselesaikan ketimbang sendirian.
  3. Mengindahkan Visi, Misi dan Tujuan yang Sama bukan Memikirkan Perbedaan yang Timbul. Pola pikir setiap orang berbeda, karena manusia itu berbeda, perbedaan ini bukan merupakan penghalang untuk maju, tetapi sebuah potensi untuk maju, karena dengan perbedaan berarti menunjukan keanekaragaman pemikiran dan kemampuan untuk mencapai tujuan organisasi. Permasalahan dalam organisasi sering timbul, karena berbagai hal, Andalah yang lebih tahu terhadap organisasi Anda sendiri. permasalahan merupakan rahmat, dikatakan rahmat karena dapat menumbuhkan pemikiran yang tajam, kedewasaan hidup, kesadaran kemajemukan pemikiran,  menimbulkan kepercayaan dalam sebuah team. Salah satunya yakni kembali kepada tujuan bersama berdasarkan visi dan misi yang telah ditetapkan.
  4. Melaksanakan Prinsip-prinsip Manajemen. Ramayulis menggambarkan prinsip-prinsip manajemen sesuai dengan etika berorganisasi yaitu: Ikhlas, kejujuran, Amanah, Adil, Tanggung jawab, dinamis, Praktis, Fleksibel12. Pemahaman prinsip-prinsip manajemen, maka akan terbentuk manajer-manajer yang menyadari pemeimpinannya, sehingga memiliki etika berorganiasi serta mampu memajukan organisasi.

Dengan manajemen kehidupan ini menjadi terarah dan indah, maka jadikanlah dalam organisasi sebagai pencetak manajer-manajer handal bagi diri sendiri dan kehidupan, sehingga peradaban manusia menjadi maju.

1 QS. An-Naba [78]: 9-10)

2 QS. Al-Baqarah [2]: 141)

3 Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim

4 Beeby (Yusuf Enoh), Dasar-Dasar Perencanaan Pendidikan, Bumi Aksara; Jakarta, 1992 Hal 2

5 A.M Kadarman dan Jusup Udaya, Pengantar Ilmu Manajemen, Buku Panduan Mahasiswa, Bumi Aksara: Jakarta, 1996 Hal. 10

6 George E. Terry Burhanudin, Analisis Administrasi Manajemen Dan Kepemimpinan Pendidikan, Bumi Aksara: Jakarta, 1990, Hal. 229

7 Ramayulis,  Ilmu Pendidikan Islam, Kalam Mulia: Jakarta, 2002. Hal. 250

8 QS. Al-Zalzalah [99]: 7-8

9 QS. Arra’du [ 13] : 11

10 Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim

11 Louis A. Allan dalam Fremonth E kash and James E. Roseinweg, Organization and Mangement, MC. Grow Hill Book Company: Newyork, 1985. Hal. 5

12 Ramayulis. Op. Cit. Hal. 238

Tentang Penulis: Enjang Idrus, M.Pd.I  Seorang Dosen Agama Islam di STKIP Yasika Majalengka, selain jadi dosen, penulis juga aktif menjadi seorang Trainer dan Motivator Menulis, dan telah berhasil menerbitkan Puluhan Buku. penulis juga merupakan seorang pengelola lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD Al-Ilmu) kabupaten Majalengka tepatnya di Desa Majasari Ligung.

Leave A Reply

You May Also Like

Oleh: Enjang Idrus, M.Pd.I. Pendahuluan Diberlakukannya Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 berimbas pada peningkatan profesionalisme  pendidik...
Oleh, Muaz, M.Pd. Pada abad ketiga Hijriyah tersebut nama seorang ulama besar bernama Syekh Hatim bin Ulwan Al-Asham di daerah...
Oleh: Rosi Gasanti, M.Pd Abstrak Penelitian ini berjudul Métode Démonstrasi dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa Bercerita Fabel (Studi Kuasi Eksperimen pada...